Thursday , October 17 2019
Home / indonesia / Selama Oktober 2019, Ini 5 Peristiwa Langit Menakjubkan yang Akan Terjadi

Selama Oktober 2019, Ini 5 Peristiwa Langit Menakjubkan yang Akan Terjadi



Ilustrasi hujan meteor. (Pixabay / OpenClipart)

Hitekno.com – Tiap bulan peristiwa langit yang menakjubkan selalu terjadi, kalau September 2019 lalu dihiasi phenomenon Konjungsi Bulan dengan Jupiter, konjungsi Bulan dengan Saturnus, oposisi Neptunus, ekuinoks, dan konjungsi Bulan dengan gugus M44.


Masuk bulan Oktober, deretan peristiwa langit ini juga akan terjadi dan tak kalah menarik dari bulan sebelumnya.


Saturnus, Titan, dan wahana antariksa Cassini (NASA / Shutterstock).
Saturnus, Titan, dan wahana antariksa Cassini (NASA / Shutterstock).

Oktober 2019 pun tidak kalah dengan peristiwa langit menarik lainnya. Berikut adalah lima peristiwa langit yang akan terjadi pada bulan ini:


1. Konjungsi Bulan dengan Saturnus
Saturnus akan tampak berdekatan dengan Bulan pada 6 Oktober sejauh 7 derajat. Keduanya akan berad of titik tertinggi pada pukul 17.53 WIB of minutes cakrawala selatan.


Pengamat bisa melihat konjungsi keduanya hingga pukul 23.29 WIB dengan ketinggian 8 derajat di cakrawala barat.


2. Hujan meteor selatan Taurid
Hujan weather selatan Taurid berasal dari debris komet 2P / Encke dan akan terjadi pada 11 Oktober. Meskipun memiliki nama "Taurus", Titik Radian Meteor ini Berada di Dekat Rasi Bintang Cetus.


Diperkirakan akan ada 5 weather per jam saat puncak. Pengamat mulai bisa mengamati meteor ini pada pukul 01.00 WIB dini hari saat titik radiannya cradle of posisi paling tinggi di langit.


3. Merkurius di elongasi tertinggi
Elongasi adalah jarak sudut suatu benda langit dari Matahari dalam pandangan dari Bumi. Semakin besar elogasi maka semakin jauh letak benda langit itu dari Matahari sehingga bisa diamati hanya saat Matahari sudah terbenam atau sebelum terbit.


Pada 20 Oktober mendatang, Merkurius akan mencapai sudut elogasi tertingginya dari Matahari yaitu sekitar 22 derajat dari arah timur Matahari. Dengan kata lain, tepat saat Matahari terbenam Merkurius akan berada pada ketinggian sekitar 22 derajat dari cakrawala barat.


4. Uranus di titik oposisi
Uranus akan berad di titik oposisi atau titik berlawanan dari Matahari pada 28 Oktober. Dengan kata lain, Uranus akan terbit saat Matahari terbenam.


Meski begitu, pengamat harus menggunakan bantuan teleskop untuk mengamati Uranus karena sangat kecil dan redup. Uranus akan mulai dapat diamati pada pukul 19.08 WIB hingga 04.04 WIB dengan titik tertinggi pada pukul 23:34 WIB.


5. Konjungsi Bulan dengan Jupiter
Di pengujung Oktober, Bulan akan kembali berdekatan dengan Jupiter. Waktunya 31 Oktober. Nantinya, planet gas raksasa itu akan berada beh 2 derajat dari Bulan.


Mulai bisa teramati pada pukul 17.59 WIB, sayang keduanya akan langsung menghilang pada pukul 20.58 WIB karena sudah di bawah 10 derajat dari cakrawala barat.(Suara.com/Lintang Siltya Utami)




Source link